Membahas corona tak ada habisnya
Penulis : Imam Alfandi Dwi Putra (Cak Im)
Membahas corona seperti membahas cinta, tak ada habisnya. Sampai-sampai kita bosan mendengarnya. Awal mula Corona ditemukan pada kota Wuhan Cina, katanya sih barang cina itu tidak ada yang bertahan lama, tapi mana buktinya, hehehe bercanda. Corona adalah virus yang intensitas penyebarannya sangat cepat, dengan waktu singkat penyebarannya sudah mencapai keseluruh dunia. Cepat, secepat cintamu menusuk hatiku eaa.
Corona sendiri adalah jenis virus yang menyerang sistem pernafasan, biasanya gejala awal ditandai dengan batuk kering, flu, sakit tenggorokan dan pusing. Gejala tersebut dapat reda, sembuh dan dapat juga semakin parah. Pasien yang terinfeksi virus Corona dengan gejala berat bisa mengalami batuk, sesak nafas dan nyeri pada dada.
Oleh sebab itu pemerintah mengambil tindakan untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran virus Corona yang begitu cepat ini. Pemerintah menerapkan sitem lockdown, dengan meliburkan segala bentuk kegiatan belajar mengajar, perkantoran, dan juga industri. Tetapi tindakan itu belum cukup, karena pasien yang diketahui positif corona semakin bertambah dan terus melonjak. Akhirnya pemerintah menerapkan peraturan baru yaitu PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar), akses keluar masuk antar kota ditutup, banyak mall serta pasar tradisional juga ditutup.
Masyarakat pun mengeluh karena usaha yang mereka jalankan sepi akibat tidak adanya pemebeli, akupun sedih akibat tidak bisa bertemu doi huhuhu, maaf jadi curhat. Tapi memang benar, banyak masyarakat mengalami PHK dan banyak UMKM gulung tikar, mulai dari yang kaya hingga yang miskin, dari yang tua hingga yang muda, semua mengeluh akibat Corona ini. Ini terbukti dari hasil survei SMRC pada tanggal 17 april 2020 sebanyak 77 persen masyarakat Indonesia terancam penghasilannya, sebanyak 25 persen masyarakat atau kurang lebih sebanyak 55 juta warga dewasa tidak bisa lagi memenuhi keutuhan pokok tanpa ada pinjaman. Data ini merupakan temuan lembaga penelitian Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) tentang wabah Covid-19 yang dirilis 17 April 2020.
Dari sini kita bisa melihat bahwa perekonomian di Indonesia mulai terdapat problem, oleh sebab itu pemeritah akhirnya menyatakan berdamai dengan Corona dan menerapkan tatanan baru atau yang biasa disebut new normal. Dengan adanya new normal roda perekonomian bisa kembali berjalan. Banyak perkantoran, industri, dan pasar mulai beroprasi lagi dengan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Seperti mencuci tangan, menggunakan masker dan tetetap menjaga jarak.
Tetapi disini timbul problema baru, karena diterapkan nya new normal banyak masyarakat yang semakin mengabaikan protokol kesehatan. Akibatnya pasien yang terjakit virus Corona semakin mengalami pelonjakan, haduhhhh capek deh.
Memang saat ini semua seperti menjadi serbasalah, diterapkan PSBB masyarakat mengeluh terancam penghasilannya, diterapkan new normal pasien corona semakin melonjak tinggi tak terhingga, serba salah kan. Tetapi ini semua bisa berjalan lancar jika kita saling bahu membahu, pemerintah menerapkan peraturan seperti selalu gunakan masker, jaga jarak dan selalu mecuci tangan. Sedangkan masyarakat diminta kesadarannya untuk selalu mematuhi perturan dalam tatanan dunia baru ini hingga keadaan kembali semula.
Ya intinya membahas Corona untuk saat ini memang tidak ada habisnya, bikin pusing hahahahaha. Tetapi semangat kita dalam menghadapi perang ini (ya saya menganggap saat ini kita semua sedang berjuang untuk melawan pandemi ini) tidak boleh habis, kita bisa kita pasti menang, tetap semangat, jangan pernah menyerah. Karena kita tau bahwa habis gelap terbitlah terang, dan saya percaya setelah hujan pasti ada pelangi disetiap akhirnya. Begitupun dengan masalah ini, masalah yang melanda dunia, masalah yang melanda Indonesia pasti akan berakhir dengan bahagia atau happy ending aminnn.
Komentar
Posting Komentar